Bagi anda penggemar sepakbola yang termasuk ke dalam generasi 90-an, pasti anda mengetahui sosok yang satu ini. Adalah Gabriel Omar Batistuta, salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki oleh tim nasional Argentina, Fiorentina serta AS Roma. Memiliki segudang prestasi pribadi di sepanjang masa karirnya, ternyata sosok penyerang yang satu ini memiliki sebuah fakta yang menarik.

Batistuta sang Legenda Fiorentina
Batistuta sang Legenda Fiorentina

Fakta tersebut adalah tentang bagaimana seorang pemain sepakbola profesional seperti Batistuta yang ternyata tidak mencintai sepakbola. Sebuah fakta yang unik, mengingat prestasi yang dimiliki sang pemain di dunia sepakbola profesional tidaklah main-main. Batistuta merupakan satu-satunya pemain yang berhasil menjadi top skor berkali-kali, namun hanya berhasil meraih satu kali gelar juara Serie A, yaitu bersama AS Roma.

Kenyataan tentang Batistuta tidak mencintai sepakbola merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Seorang sahabat Batistuta mengungkapkan bahwa sang pemain menganggap sepakbola sebagai karir. Batistuta bahkan pernah menyebutkan bahwa dirinya menganggap golf lebih menyenangkan. Jika bukan karena profesionalisme sebagai pemain bola, maka dirinya mengaku akan lebih memilih bermain golf.

Batistuta Paling Malas Membahas Soal Sepakbola

Memiliki kewarganegaraan Argentina, adalah hal yang wajar jika seseorang memiliki kelebihan dalam urusan sepakbola. Sebut saja beberapa pemain asal Argentina yang berhasil meraih kesuksesannya di industri sepakbola. Lionel Messi, Diego Maradona dan bahkan masih banyak lagi pemain Argentina yang sukses di dunia sepakbola. Jadi merupakan hal yang wajar jika Batistuta memiliki gen sepakbola selayaknya pemain Tim Tango lainnya.

Kesuksesan Batistuta bersama timnas Argentina
Kesuksesan Batistuta bersama timnas Argentina

Namun ternyata bukan itu yang menjadi alasan bagi pemain yang memiliki tendangan gledek ini. Batistuta mengaku bahwa dirinya terinspirasi begitu saja untuk menekuni bidang sepakbola. Mantan punggawa Fiorentina dan AS Roma ini mengaku dirinya terinspirasi usai melihat aksi Mario Kempes pada Piala Dunia 1978. Lucunya, Kempes tidak lebih dari sekedar pemain ‘One Hit Wonder’ bagi timnas Argentina.

Profesionalisme, hanya itulah satu kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan orang-orang tentang mengapa Batistuta tidak menyukai sepakbola. Pernah dalam suatu kejadian Batistuta bermain golf dengan santai dengan sang sahabat. Ya, pemain yang satu ini memang kerap menghabiskan waktu senggangnya dengan bermain golf bersama sahabatnya tersebut.

Hanya Berhasil Meraih Scudetto Satu Kali

Permainan golf kerap kali diisi dengan obrolan santai antar pemain satu dengan yang lain. Saat itulah keluar pertanyaan dari sang kawan tentang bagaimana karir sepakbolanya berjalan. Itu merupakan sebuah obrolan ringan tanpa unsur apapun, namun yang terjadi justru membuat mood Batistuta hancur. Batistuta bahkan sempat membalas dengan ketus tentang pertanyaan yag dilontarkan teman bermain golf nya tersebut.

Kebersamaan Batistuta bersama Veron
Kebersamaan Batistuta bersama Veron

“Saya menjalani karir sebagai pemain sepakbola bukan berarti saya menyukainya. Saya sama saja dengan mereka yang tidak menyukai pekerjaan di belakang meja kantor. Jika anda hanya ingin mengetahui tentang catatan karir sepakbola saya, maka anda bisa membaca koran saja. Sekarang adalah waktu saya untuk bersantai main golf, saya harap anda tidak mengacaukan suasana hati saya,” ujar Batistuta.

Sebagai seseorang yang mempunyai segudang prestasi pribadi maupun bersama tim nasional, Batistuta ternyata memiliki kondisi yang cukup unik. Sang pemain bahkan mengaku membutuhkan bertahun-tahun untuk bisa memenangkan Scudetto. Mendapat predikat sebagai seorang legenda Fiorentina, Batistuta justru baru berhasil meraih scudetto pertama dan terakhirnya bersama AS Roma.