Kabar mengejutkan datang dari salah satu raksasa media di Indonesia, MNC Group. Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo tersebut dikabarkan tengah menggarap sebuah mega proyek dengan perusahaan milik orang nomor satu Amerika Serikat saat ini, Donald Trump. Belum lama ini beredar sebuah video promosi proyek lapangan golf yang berlokasi di Bali, Indonesia.

Proyek milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump merambah Indonesia
Proyek milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump merambah Indonesia

Dalam video tersebut terlihat bagaimana keindahan landscape ribuan hektar lahan di Indonesia yang akan disulap oleh Trump Organization menjadi lapangan golf super mewah dan megah. Bekerja sama dengan perusahan milik Hary Tanoe, dikabarkan proyek ini merupakan pintu masuk perusahaan presiden paling kontroversial di Amerika tersebut menuju pasar Asia.

Meski memiliki potensi bisnis yang luar biasa, ternyata proyek Trump International Golf Course ini menuai kontroversi. Sejumlah aktivis yang terdiri dari pecinta lingkungan, pengamat ekonomi hingga para pemain golf itu memprotes langkah MNC Land yang bekerja sama dengan Trump Organization ini. Menurut mereka, langkah bisnis ini dapat menyebabkan eksploitasi alam secara massive.

Mantan Pemain Sepakbola Dunia Kritik Langkah Bisnis Trump

Sebagai seorang mantan pemain sepakbola profesional dunia, nama Jay-Jay Okocha tentu tidak asing bagi anda pecinta sepakbola era 90-an. Eks pemain tim nasional Nigeria tersebut kini memang tengah menekuni olahraga golf secara profesional. Pria yang dulu berposisi sebagai penyerang ketika masih aktif bermain ini mulai menekuni golf sejak dirinya gantung sepatu dari sepakbola.

Okocha memprotes proyek lapangan golf Trump
Okocha memprotes proyek lapangan golf Trump

Kini Okocha mulai serius terjun dalam olahraga yang terkesan eksklusif ini. Meski begitu, pria yang sempat bermain untuk PSG ini ternyata memiliki kepedulian yang tinggi terhadap alam. Sehubungan dengan kabar Trump Organization yang hendak membangun sebuah golf course terbesar di dunia, Okocha mengaku geram. Ini dikarenakan dirinya yang merasa bahwa proyek lapangan golf tersebut berdampak kerusakan alam di Bali.

Bukan rahasia lagi memang jika Okocha memiliki kepedulian terhadap Bali. Pulau dewata memang merupakan etalase pariwisata milik Indonesia yang merupakan favorit banyak orang di seluruh dunia. Maka tidak heran jika seorang pegolf seperti Okocha pun tidak setuju tempat tersebut dieksploitasi, meskipun dalam bentuk proyek lapangan golf.

“Ya saya memang mencintai olahraga golf. Ini merupakan satu-satunya olahraga yang bisa menerima saya setelah saya berhenti dari sepakbola. Namun melihat keserakahan penguasa semacam Trump, membuat saya kesal. Tidak seharusnya alam seindah Bali dieksploitasi seperti itu, bahkan jika itu untuk lapangan golf. Tidak, saya tidak akan pernah setuju dengan proyek itu,” tutur Okocha dalam sebuah wawancara.

Proyek Lapangan Golf Trump Seluas 3000 Hektar

Seperti jargon yang kerap digembar-gemborkan Donald Trump ketika masa kampanye, ‘Make America Great Again!’. Tampaknya kalimat tersebut kini mulai meperlihatkan realisasinya. Trump Organization yang merupakan sebuah perusahaan milik Trump tersebut kini mengumumkan kerjasamanya dengan salah satu pengusaha Indonesia. Siapa lagi kalau bukan pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.

Bali Nirwana Resort yang merupakan bagian dari proyek Trump
Bali Nirwana Resort yang merupakan bagian dari proyek Trump

Trump menjalankan bisnisnya di Indonesia melalui DT Bali Technical Services Manager LLC, DT Marks Bali. Kemudian DT Lido Technical Services Manager LLC dan DT Marks Lido. Di Bali dan Lido, bisnis Trump menggandeng perusahaan lokal masing-masing PT Bali Nirwana Resort dan PT Lido Nirwana Parahyangan. Kedua perusahaan ini merupakan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

Di Lido, Donald Trump bakal membangun taman hiburan di atas lahan seluas 3.000 hektare. Mereka bakal membangun resor mewah bintang 6, lapangan golf kelas international, juga vila dan kondominium mewah. Selain itu, proyek megah ini juga bakal terintegrasi dengan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi milik MNC Group yang saat ini masih dalam proses pembangunan.